Sambil memainkan pulpennya, gadis berusia 18 tahun itu tengah memperhatikan dua orang yang ada di depan. Satu temannya yang sedang berbicara sambil memegangi kertas tugas yang tengah dipersentasikan, dan fokus lainnya pada dosen wanita yang tengah duduk memperhatikan temannya yang sedang berdiri di depan dan seisi kelas. Jantungnya berdegup lebih cepat dari batas normal, ia khawatir jika setelah ini namanya lah yang dipanggil untuk maju ke depan kelas. Ia memang sudah menghafal sejak tadi pagi, hanya saja moodnya kali ini sedang tidak baik karena beberapa hal yang tidak sengaja sedang ia pikirkan saat ini. Belum lagi tipikal dosen satu ini yang tidak menerima alasan sama sekali, baik logis maupun tidak logis. Baginya kesempurnaan pengerjaan tugas adalah yang paling utama, bagaimana pun pr

