Aira menatap jendela kaca yang ada di hadapannya, sore ini hujan deras ditambah angin kencang tanpa petir. Ia bisa merasakan udara dingin menembus melalui celah ventilasi kamarnya yang lebih dari satu. Setelah lulus sekolah, tidak ada kegiatan lebih bagi Aira selain memikirkan dan mempersiapkan segala sesuatu untuk masa depan. Kesehariannya yang seperti ini membuatnya lebih banyak mempunyai waktu luang memegang ponsel, dan hal ini berdampak pada mood nya karena Afdal terus- menerus menghubunginya setiap hari. Hari ini saja sudah lebih dari 20 pesan berderet di ponselnya, Aira mau tidak mau harus membalasnya walaupun hanya sesekali. Bagaimana bisa ia melepas sesuatu agar membuatnya tenang tapi kini ia justru kebingungan karena tidak merasa tenang dengan pilihannya. Helaan napas terdengar

