Hujan semakin deras ditambah angin yang cukup kencang, hingga membuat banyak banner terpapang ikut bergerak mengikuti ke mana arah mata angin. Aira menghela napasnya, ia masih duduk di dekat kantor sambil menunggu hujan reda Sudah 20 menit berlalu, Aira terus mengecek ponselnya untuk melihat adakah kabar dari Rayhan atau tidak. Rayhan menghilang bahkans setelah Aira mengirimkan lokasi, entah ke mana ia perginya Aira hanya takut kalau Rayhan bohong akan menjemputnya. Di kondisi seperti ini Aira tidak bisa pulang saat itu juga, kalaupun nanti sudah reda ia jug akan menunggu Rayhan dan tidak seberani itu untuk pulang sendiri di kawasan yang cukup rawan seperti sekarang. Banyak pepohonan tinggi di setiap jalan, belum lagi jika malam penerangannya berkurang. “Huhhh..” Helanya saat melihat po

