“Lo emang bilang apa sih sama dia?” Tegurnya dengan wajah yang tidak suka. Muamar yang semula tengah mengunyah gorengan yang baru saja ia ambil langsung ia kunyah cepat dan ia telan, ia menaruh sebagian gorengan yang tersisa di atas piring. Matanya langsung menatap lawan bicaranya dengan serius. “Ya gue bilang apa yang lo kasih tahu ke gue, enggak ada gue lebih-lebihin deh.” “Iya tapi kenapa dia bisa marah begitu?” Tanyanya lagi karena tak percaya. “Gue baru sadar, jadi Langit juga enggak enak.” “Enggak enak gimana?” “Gue sama dia aja enggak satu sekolah dulunya, kita berdua sebatas teman yang baru aja kenal di kampus dan kebetulan satu kost. Lantas gue dengan lancangnya bahas masa lalu dia terus gue koreksi gitu aja. Risih dia juga.” Jelas Muamar dengan penuh penekanan, kalau saja ia

