Di depan cermin Aira berdiri, ia berulang kali memutar badannya untuk memastikan kebaya yang ia gunakan cocok di tubuhnya. Hari ini, adalah hari wisuda Aira. Tepat setelah Langit pergi Aira harus melangsungkan wisuda nya dengan keadaan hati yang campur aduk. Ia kira Langit akan ada di hari bahagianya, persis seperti Aira yang menemani Langit saat mengerjakan tugas akhir. Namun, kembali lagi pada realita. Yang sudah pergi tak sepantasnya diandai-andai agar tetap ada di sini. Sebab jika memang Langit bersedia untuk itu, Aira tak perlu meminta bahkan mengemis pasti Langit akan melakukannya dengan senang hati. Tok.tok “Masuk..” Ucap Aira yang masih berdiri di depan cermin. “Ih cantik banget.” Aira menoleh, mendapati Sifa berada di ambang pintu tengah tersenyum. “Kok lo ke sini sih? Eng
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


