Hari ini tepat hari pertama sekolah dengan keadaan Aira mengetahui tentang Langit dan Faradina. Rasanya seperti akan ospek di hari pertama bersama para senior yang galak dan akan menghabiskan waktu yang lama. Aira menghela napasnya, ia harus menerima sakit lagi setelah memutuskan pindah dari Zaidan kepada Langit. Perasaan salah selalu menghantuinya hingga kini, bagaimana jika Aira tidak bisa mempercayai orang lain lagi? "Cape siklusnya enggak berhenti." Aira mengeluh, ia merasa lebih baik ia sakit menunggu Zaidan yang sudah jelas pernah mencintainya, dibanding sekarang memulai bersama orang baru tapi tidak mendapatkan apa-apa selain sakit hati. Setelah memakai sepatu sekolahnya, Aira berjalan menuju cermin besar yang di tempel di dinding kamarnya. Ia berdiri di sana sambil memperhati

