Pagi ini Aira sudah sibuk dengan tugas rumahnya yang belum ia selesaikan, ia lupa kalau hari ini adalah jadwal mata pelajaran dari tuga situ dan harus dikumpulkan. Diliriknya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya, sudah pukul 6 pagi lewat 45 menit. Ia menghela napasnya lagi, Aira terlalu panik untuk sesuatu yang sudah mendekati waktunya. Ia berusaha mencari jawaban yang lengkap agar ia tinggal menyalin saja tanpa perlu menyari atau melengkapi jawabannya. Aira juga menunggu Sifa yang belum juga datang, barang kali Sifa sudah lebih rajin darinya dengan mengerjakan tugas itu. “Bar?” Panggil Aira begitu melihat Bara berjalan dengan tenang sambil memegangi bukunya. “Apaan? Panik ya lo?” Ledek Bara sambil menahan tawanya saat melihat Aira. “Ih lo udah?” Bara mengangguk, lagi-la

