Bab 33 Ayah Mika

1515 Kata

Mika fokus menatap lembar buku tulisnya dan sesekali melirik ke papan tulis dimana Bu Guru dengan menuliskan kata - kata yang harus disalin ke buku catatan. Mika harus cepat, sebelum semuanya selesai dan Bu Guru menghapusnya. Sungguh, Mika membenci kegiatan ini. Menulis, membaca, berhitung. Tidakkah ada pelajaran lain yang lebih menyenangkan? "Anak - anak, sudah selesai?" Mika panik sendiri, ia belum selesai menulis. Namun bukannya tambah cepat, yang ada tulisan Mika malah semakin berantakan. "Sudaaaahhh..." disaat semua teman - teman menjawab serentak, tentu Mika hanya bisa menunduk kalah. Mika sedikit terkjut ketika seseorang menyurukkan sebuah buku ke depannya. Satu halaman salinan catatan di papan tulis tadi. Mika menoleh cepat pada bocah yang hari ini mendapat giliran duduk semeja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN