Seperti keluarga yang lainnya, Lev dan Rosemary berperan sebagai orang tua yang sangat memperhatikan anak mereka. Khusus bagi Lev, dia seperti berusaha menebus waktu dan kesempatan yang sudah dia lepaskan sejak dia meninggalkan Rosemary sendirian di Indonesia. Tidak ada lagi kalimat yang menyalahkan keluar dari mulut Lev hingga Rosemary berbicara tentang kegelisahan yang ada di dalam hatinya ketika Yuri sedang asik dengan mainan yang mereka beli sebelumnya. “Terima kasih,” ucap Rosemary pelan. “Untuk?” “Untuk waktu yang kau berikan hari ini. Aku tidak menduga kalau kau benar-benar datang ke sini dan mengikuti permintaan Yuri.” “Apa kau lebih mengharapkan Alfaro yang menggantikan diriku menghibur Yuri?” Bukan reaksi yang diharapkan Lev pada saat Rosemary hanya tersenyun mendengar pert

