Rosemary menatap Lev tetapi lelaki itu seolah tidak peduli dengan keadaan dan pembicaraan yang terjadi di depannya. Rosemary tidak mengenal Lev sehingga dia tidak tahu kalau Lev lebih memilih menjadi pengamat yang akan menikmati hasil tanpa harus ikut adu otak. “Aku tidak bisa memutuskan sekarang,” jawab Rosemary mencari aman. “Kenapa? Menunggu sampai kau hamil lagi? Kau adalah wanita yang sudah mempunyai anak, apakah salah seorang ayah mertua memintamu kembali menjadi menantunya?” Rosemary tidak langsung menjawab pertanyaan Maxim, dia justru memilih melihat Emanuel yang terlihat lebih marah dari yang pernah dibayangkan oleh Roseamry. “Noel, bisakah aku bicara denganmu?” “Durstan di sini hanya sebagai saksi dan dia tidak memiliki kepentingan denganmu,” ujar Maxim tidak terima. “Bag

