18. Kenzo

878 Kata

"Ken, lo kok diem aja? Tumben? Biasanya aja tingkah lo kayak anak ayam kehilangan induk." Cindai nanya ke gue yang tumben-tumbenan bisa tenang banget, nggak gila kayak biasanya. "Nggak usah sok kalem, Ken." Salah, Reno salah. Gue emang udah kalem dari dulu. Ya elah, udah galau masih ae narsis. Tuh, kan! Gara-gara suara di kepala gue ngingetin, gue jadi balik galau lagi. Nggak tau, mood gue jatoh-sejatoh-jatohnya beneran. "Apa sih? Gue-" "Ken, Ken! Itu kan Pak Malvin!" Cindai ngejerit dengan hebohnya sambil nunjuk Pak Malvin yang ngebawa tas kerja yang modelnya sebelas-dua belas sama tas laptop, motong omongan gue. "Iya noh, kok jam segini udah balik sih? Resign dia? Sukur deh, poin gue nggak nambah. Kan dia killer banget. Ya gak, Ken?" timpal Reno setengah curhat. Nggak lama, Pak Ma

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN