"TERIMA kasih atas kedatangannya." Albizar menyalami Farid. Jika Bianca berbinar mendengar cerita Farid, Albizar justru bersikap dingin. Sikapnya selalu protektif pada apa yang menjadi miliknya. Sangat tidak bersahabat, seperti dahulu Farid pertama kali mengenalnya. "TeSusanti kasih atas undangannya," sahut Farid kalem. Meski yang ia ketahui, di mana-mana tamu adalah raja. Namun, Farid juga perlu menghargai tuan rumah, kan? Ia tak mungkin memancing huru-hura dengan Albizar. Cukup sekali saja waktu itu. "Bianca yang meminta saya mengundang Anda. Dia ingin menjalin silaturahmi," sahut Albizar apatis. Nada suaranya seperti masa bodoh dengan kehadiran Farid di sini. Sekarang ia tahu alasan di balik undangan mendadak. Rupanya Bianca yang menginginkan dia hadir, sementara Albizar sepertinya m

