KYRA menyiapkan sarapan untuk Raffa. Sedangkan, suaminya masih tertidur dengan pulas di kamarnya. Setelah selesai menyiapkan, Kyra berjalan menuju kamarnya. Membangunkan Raffa yang masih terlelap. "Mas, bangun. Sarapan dulu." Kyra membangunkan Raffa dengan sangat pelan. "Hmm." Raffa sama sekali tak membuka matanya, bahkan untuk mengubah posisinya pun tidak. "Mas, katanya hari ini mau berangkat." Tiba-tiba saja Raffa menarik lengan Kyra. "Semalem aku belum puas. Kita lanjut sekarang." Raffa tersenyum, suara seraknya masih terdengar samar di telinga Kyra. Kyra yang sudah jatuh di pelukan Raffa, dengan cepat bangun dan melepaskan tangan suaminya. "Mas, aku tunggu di ruang makan." Kyra meninggalkan kamarnya. "Aish, tuh perempuan sok banget jual mahal," gerutu Raffa. Raffa dan Kyra sed

