Bab 30

1085 Kata

"Kok kamu tadi seperti takut gitu sama Pak Dirga?" tanyaku pada Sukma heran. Tapi ia malah diam. "Bukankah papamu adalah orang penting di perusahaan RR itu?" tanyaku lagi. Kini Sukma hanya menghela napas berat. Seperti sedang mempunyai beban yang sangat besar. "Papaku memang orang penting di sana, Mas. Tapi tetap saja lebih penting Pak Dirga. Karena dia adalah direktur yang baru saja diangkat oleh pimpinan yang tidak lain adalah papanya sendiri. Aku tercengang ketika mendengarnya. "Berarti dia kaya, dong?" tanyaku kaget. Kupikir selama ini hanya perusahaanku yang ia punya. Ternyata perusahaan besar di kota juga milik papanya. Hebat. "Bukan kaya lagi, Mas. Tapi sangat, sangat, dan sangat kaya. Kita bukanlah tandingan Pak Dirga. Bahkan kalau bisa, jangan sampai kita menyindirnya," je

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN