Aku tidak ingin kau menyentuh tangan calon istriku seperti itu," ucapnya penuh penekanan. Seseorang yang suaranya membuat dadaku berdebar. Jelas aku tahu siapa laki-laki ini. ”Siapa anda? Rania masih istriku," ucap Mas Riko penuh percaya diri dan penekanan. Tentu saja dia tidak akan mengalah begitu saja dan melepaskan aku. Pasti akan ada huru-hara. Dulu saja disia-siakan. Sekarang malah ingin mengejar kembali. ”Istri?” Laki-laki itu menatap Mas Riko dengan tatapan mengejek. "Tentu saja," jawab Mas Riko mantap. Aku benar-benar tidak tahu dari mana asal keberaniannya itu. Dulu, ketika aku masih menjadi istrinya, dua tidak pernah mengatakan dan mengakui seperti ini. Padahal Bu Retno dan Ica jelas-jelas menindasku. ”Waw ... kau terlalu percaya diri, Riko." laki-laki itu tertawa sesaat. Se

