Pintu kamar mandi terbuka pelan, Letizia berdiri di balik pintu dengan tatapan tajam. "Bagaimana jika aku tahu kau membohongiku lagi?" Suaranya dingin, nada yang menantang. Jourell tertegun sejenak, matanya melebar karena tak terduga. Dia mencoba tetap tenang, tapi suaranya sedikit bergetar. Ia teringat satu masalah penting yang masih menjadi benang merah di dalam hubungannya dengan Letizia. Ia pun sudah bisa membayangkan akan sekacau apa hubungan mereka jika Letizia tahu tentang keterlibatannya dalam kehancuran keluarga wanita itu. Ia mungkin punya dua pilihan, menanggung semua kebencian jika ia mengakui semuanya. Atau mengubur dalam-dalam masalah itu tanpa sebuah cela, dengan begitu hubungan mereka akan baik-baik saja. “Kenapa diam? Kau takut akan mengingkari janjimu sendiri?” Letizia

