Meski kehancuran sudah di depan mata Jourell tak bisa menarik dirinya untuk mundur. Jika pun bisa, ia ingin berhenti di waktu saat bertemu Letizia setelah 6 tahun berpisah. Ia tidak ingin memberi makan ego dan gengsinya, menerima Letizia dengan tangan terbuka tanpa dendam yang sebenarnya sangat tidak perlu. Rasa sakit di masa lalu nyatanya bisa dengan mudah ia lupakan setelah kedatangan wanita itu lagi. Letizia adalah wanita pertamanya, wanita yang berhasil membuat masa sekolah terasa menyenangkan. Ia tahu apa istimewanya, hanya merasa ikut bahagia dengan keceriaan yang wanita itu tularkan. Jourell menatap Letizia dengan mata yang penuh penyesalan, seperti ingin menebus semua kesalahan yang telah ia lakukan. Ia tahu bahwa wanita itu masih marah, masih sakit, dan ia tidak bisa menyalahkan

