Bab 55. Naga Atmajaya

1571 Kata

Malam di Jakarta terasa lebih pengap saat Jourell memacu mobilnya membelah kemacetan menuju sebuah area tua di pinggiran Jakarta Timur. Han sudah menunggunya di depan sebuah rumah kecil dengan cat yang sudah mengelupas dan halaman yang dipenuhi ilalang tinggi. "Tuan, informan bilang dia masuk sepuluh menit yang lalu. Kami belum melihatnya keluar," lapor Han dengan suara rendah. Jourell tidak menunggu aba-aba. Ia menarik pistol dari balik pinggangnya, melangkah cepat menuju pintu kayu yang rapuh itu. Amarahnya sudah meluap, membayangkan Albert yang selama ini menjadi duri dalam rumah tangganya ada di balik pintu ini. BRAK! Pintu itu terbuka dengan sekali tendang. Namun, tidak ada siapa-siapa di sana. Ruangan itu kosong melompong, hanya ada satu kursi di tengah ruangan dan sebuah tape re

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN