Adit Pov Aku menatap wajah Arunika saat dia tertidur lelap di lenganku. Dia hanya mengenakan selimut yang menutupi tubuhnya. Mamah kembali membawa Brownie saat melihatku dan Arunika berada di atas sofa. Aku nggak tahu bagaimana caranya membuat Arunika nyaman denganku tanpa bayangan masa lalu kami. Baik Reni dan Alena ataupun Aksa dan Arka. Aku ingin mewujudkan keinginan Mamah agar aku dan Arunika memiliki seorang anak. Mamah berbisik sebelum pulang. Dia bilang, dia ingin segera menimang cucu dariku dan Arunika. Meskipun udah ada Brownie. Baginya, cucu yang diharapkannya bukanlah seperti Brownie yang nggak memiliki seorang ayah. Dan dia membenci Kalina yang tega nggak memberitahunya soal Brownie hingga anak ini berusia delapan tahun. Tapi, apa aku bisa bertahan dengan Arunik

