Adit Pov Aku melepas pakaianku tepat di depan mata Arunika. Dia menatapku dengan tatapan gadis lugu yang nggak tahu apa yang mesti dilakukannya. Aku tahu dia menginginkanku. Aku tahu kalau dia mencintaiku. Karena dia selalu memasang wajah cemberut dan ngambek setiap kali Alena bersamaku. Dan dia juga yang meminta agar aku memutuskan Alena lalu dia akan menyerahkan dirinya padaku. Oke, nggak ada bantahan kalau dia mencintaiku. Aku telanjang dan Arunika mencoba memalingkan wajahnya. Dia masih tak berkutik di atas ranjang kami. “Hei, lihat aku.” Kataku. Wanita yang baru enam bulan menjadi istriku itu masih memalingkan wajahnya. “Oke, kamu mau aku mulai darimana?” “Aku...” “Hei, ini bukan pertama kalinya kamu melihatku tanpa sehelai benangpun kan.” Matanya menatapku. Aku menindihn

