“Ansell!” Aku melotot pada orang yang aku anggap teman itu. Aku pikir dia memotretku dan nggak akan mengirimkan foto yang menjadi skandal aku dan Adit itu ke grup WA kantor. Ini masalah besar bagiku. Aku nggak akan mema’afkan perbuatannya. Aku menggebrak meja hingga membuat Ansell, Lanna, dan Rara kaget. “Maksud kamu tuh apa ngirim-ngirim foto ciuman aku dan Adit ke grup WA kantor?!” “Nik, tadi ponsel aku dipinjem Olivia. Aku nggak tahu kalau dia bakal ngeliat foto-foto...” wajahnya tampak menyesal. Tapi, tetap saja Ansell salah dalam hal ini. Kalau Ansell nggak memotret adegan ciumanku dengan Adit, nggak akan ada foto yang kesebar kan. “Tapi, kamu yang motoin aku dan Adit kan? Aku pikir kamu udah ngehapusnya.” Aku bener-bener kecewa sama Ansell. “Terus gimana orang kant

