36. Manisnya Kembang Gula

2555 Kata

Beberapa putaran mengitari alun-alun Malang tanpa berhenti sudah membuat mereka senang. Tidak turun dari motor, langsung pergi ke jalan lain tanpa tahu jalan dan tidak takut tersesat. Itu pun mereka sudah bisa tertawa riang. Sampai tibalah saatnya perut meraung minta makan. Lagi-lagi di warung pinggir jalan. Ada nasi pecel dan rawon yang sangat enak di sana. Dua-duanya mereka coba dan berakhir kekenyangan. Masih ada satu putaran lagi untuk berkeliling kota Malang sampai petang. Katakan selamat tinggal untuk rasa canggung yang sempat datang. Mereka sangat senang sekarang. Tibalah saat yang dinanti-nanti. Kehadiran mereka sungguh membuat mempelai perempuan menunggu. Tentunya dengan wajah murung. Senyumnya kaku ketika menyapa para tamu. Dia bahkan tidak dekat dengan mempelai pria. Dijodohkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN