"Kita putus, maaf, maafin gue. Maaf." Ardhan menggeleng tidak percaya dengan apa yang Rara katakan. "Gue punya salah apa sampe lo ngomong kayak gitu?" Tanya Ardhan berusaha meredam amarahnya. Rara terus menunduk tanpa berani menatap Ardhan. "Ra, gue mati-matian untuk gak nyakitin lo, sebisa mungkin gue jaga perasaan lo. Gue janji sama diri gue sendiri untuk gak nyakitin lo sekecil apapun, lo bilang kalo lo takut disakiti? Tapi lo yang nyakitin gue, Ra. Lo nyakitin gue tanpa gue tau apa penyebabnya. Gue gak berani nyakitin lo karna gue sayang sama lo, I don't want to lose you." Ucap Ardhan pelan. Ardhan duduk menghadap lurus ke depan seraya menautkan kedua tangannya dan menunduk. "Apa penyebab lo mutusin gue?" Tanya Ardhan lirih. "Gue..." Rara tidak langsung melanjutkan ucapannya kar

