"Vano," panggil Zella, jam sudah menunjukkan waktu pukul 2 malam tapi Zella terbangun dari tidurnya. Zella menghampiri Vano yang tidur di sofa kamarnya, Vano memang ngotot tidur disini setelah melihatnya muntah muntah tiada henti. Vano kasihan dan takut melihat Zella kenapa kenapa kalau tidak ada orang disisinya saat dia merasakan perutnya yang tidak nyaman. "Panoo," Zella mengusap wajah Vano dengan lembut. "Ehmm" erangan Vano, dia lalu membuka matanya dan tepat matanya melihat Zella yang sedang menatapnya. Vano tersenyum, melihat Zella yang sangat cantik menurutnya. Entah kenapa Vano senang berada di dekat Zella terus menerus. "Ada apa?" Tanya Vano. "Aku pengen makan" ucap Zella pada Vano "sate ayammm" tambahnya. "Susah nyarinya sayang," ucapan Vano membuat Zella sedih. Ah

