Khawatir

2940 Kata

Farel menahan geram sambil berdecak kesal. Sudah pernah ia peringatkan pada Fania, jangan pernah lagi dekat dengan Azka. Dan bukankah juga sudah pernah Farel peringatkan pada Fania, bahwa dekat dengan Azka itu bukanlah hal baik. Kenapa gadis itu malah belum mengerti itu juga? Kenapa gadis itu senang sekali membuatnya khawatir? Farel memutar tubuhnya dengan ekspresi yang tajam dan jauh lebih dingin terlihat. Kalau memang Fania masih terus mengeyel, maka tak ada lagi yang bisa Farel lakukan. Toh, ia sudah sering memperingatkan Fania. Melihat Farel yang akan masuk ke dalam mobil, membuat Sherly langsung menahan pintu mobil tersebut. "Eh, kamu mau kemana?" "Lepas," ucap Farel dengan penuh penekanan. "Tapi Farel mau kemana? Cery kan masih mau ngobrol sama Farel." "Lo tuh siapa sih? Kenapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN