Aku harus kerja keras. Demi kamu seorang yang mampu 'mengeraskan'.. Ketika sampai di depan rumah Ayah Ora, Kara mematikan mesin mobilnya. Dia memperhatikan sekitar. Tadi emosinya begitu meledak-ledak hingga membawanya sampai ke rumah ini dalam sekejab. Lalu kini, setelah sampai di depan rumah Ayah Ora entah hilang kemana rasa marahnya itu. Mungkin kabur karena takut melihat rumah Ayah Ora yang seram bagai berpenghuni hantu. Atau takut melihat penghuninya? Oh, sadarkah kau Kara bahwa rumah yang kau ejek ini adalah tempat dimana calon istrimu dibentuk. Harusnya kau berterima kasih. Kalau tidak ada rumah ini, mungkin rupa istrimu lebih buruk karena dibentuk di semak belukar. Ckckck.. Amit-amit deh. Sekurang apapun Kara masalah uang. Dia paling anti membawa kekasihnya untuk bergulat di sema

