Bab 36

1328 Kata

Karena beberapa hal dalam kehidupan lebih mudah kita pahami dengan cara kita tertawai.. Tubuh Ora tersungkur dari atas ranjang kala membaca sebuah pesan singkat dari Kara. Laki-laki itu memang penuh kejutan. Hingga terkadang Ora dibuat panik sendiri. Lihat saja sekarang. Masa iya Kara berkata ingin pergi ke rumah orang tua Ora bersama ibu ayahnya untuk melamar Ora dengan resmi. Gila aja. Konfirmasi dulu kali. Kan siapa tahu ayah ibu Ora sedang berada di hutan belantara. Benar-benar Kara sudah maju terus pantang mundur. Tapi ngomong-ngomong pakai cara apa Kara bisa membawa Nesya untuk datang melamarnya.     Wah, akan ada kejutan-kejutan apalagi nih? Dia saja masih ingat betul terakhir kali Nesya menghinanya dengan meminta nomor rekening. Bukannya Ora dendam. Tapi sebagai manusia biasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN