Mengapa kita harus mengeluh atas kehidupan. Sedangkan keluhan kita sendiri yang membuatnya. Acara meminta doa restu kepada calon mertua berakhir rusuh. Bukan karena ada tawuran di sana. Tetapi karena kecerobohan mulut Kara yang menyembabkan bentol-bentol dimana-mana. Stop pikiran mesumnya. Ini benar-benar bentol. Kulit Kara yang sejatinya begitu mulus dan bersih, kini berubah menjadi merah-merah bekas ciuman mesra dari sesuatu. Sesuatu yang menggigit dan meninggalkan bekas. Begini ceritanya. Setelah aksi salah berucap tadi, Ayah Ora menantang Kara untuk menemaninya di kebun belakang. Awalnya Kara berani saja. Dia pikir cuma menemani calon mertuanya berkebun. Atau ya sekedar bantu-bantu sedikit. Tapi kenyataannya, ketika hari mulai sore Kara kembali bersama Ayah Ora dengan tubuh penuh m

