Terkadang kau akan temukan banyak manusia dalam diri seseorang. Ora terus saja menggenggam erat cangkir yang berisikan teh hangat didalamnya. Uap panas mengepulkan harum semerbak kewangian teh tersebut hingga menciptakan kenyamanan. Tapi semua itu tidak berlaku bagi Ora. Di tempatnya bagaimana dia mau nyaman jika semua mata tertuju padanya. Dia seperti seorang terdakwa pembunuh yang sedang diadili. Bukan hanya dari orang dewasa namun juga anak kecil yang ikut menghakiminya. Kara dengan keempat anaknya tengah duduk berhadapan dengan Ora. Dia ingin memulai sebuah pengakuan terhadap Ora yang selama ini dia simpan. Namun ketika sudah dihadapkan seperti ini, Kara bingung harus memulainya dari mana. Sedangkan di sini bukan hanya Ora yang butuh penjelasan, tapi ke 4 anaknya pun turut memiliki

