Bab 25

1312 Kata

Jangan pernah merasa lelah untuk berjalan. Bisa saja jodohmu berada diujung jalan. Mulut Kara hanya bisa terbuka dan tutup seperti seekor ikan ketika mendengar semprotan pedas dari Ora. Perempuan itu mengamuk yang bahkan Kara tidak tahu apa masalahnya. Di sini dia sedang duduk. Berdiskusi masalah Sheen dengan Lui. Lalu tanpa hujan, tanpa angin, tanpa petir, Ora datang dengan membawa segala umpatan kekesalan yang dia punya. Hingga beberapa pasang mata guru serta murid yang berada di sekitar mereka melihat dengan penuh keanehan. ORA... ORA .. bisa tidak cemburunya di pending dulu. Sekarang dia menjadi bahan tontonan bahkan tertawaan. Tapi sepertinya Ora tidak peduli. Buktinya dengan sekuat tenaga yang dia punya, Ora menarik tubuh besar Kara untuk berdiri di belakangnya. Lalu menatap Lui d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN