Bab 32

1350 Kata

Sebuah mobil BMW berwarna silver melaju di tengah-tengah kota pagi hari. Jalanan sedikit macet namun tidak menyurutkan semangat salah satu penumpang di dalam kendaraan tersebut. "Kamu kelihatan senang banget, Dek. Apa karena kita mau ke rumah Axell sekarang hmm." Seru pria berusia sekitar 40 tahunan yang tengah fokus menyetir tersebut, Fahri melirik sang adik lewat kaca spion tengah mobil. Yang di ajak bicara hanya diam, namun pipi merona dengan semburat merah yang tampak menggemaskan membuat Fahri mau tidak mau akhirnya mengulas senyum lebar melihatnya. "Ya ampun. Pipi kamu sampai merah gitu sih, Dek." Kekeh Fahri gemas. Airin yang duduk di bangku bagian depan pun ikut mengulas senyum geli. Pasalnya, semalam Fahri suaminya baru menceritakan perihal soal Axell kepadanya. Flashback on.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN