Bab 45

1032 Kata

Anggun terus di tarik keluar oleh Axel hingga keduanya pun tiba di luar gedung club tersebut. Napas Axel terdengar berat di telinga Anggun, sebelum akhirnya pria itu benar-benar melepas genggaman tangannya kepada gadis cantik itu perlahan usai mereka tiba di area parkir mobil. "Lagi-lagi kamu datang ke tempat ini." Ujar pria itu memulai bicara dengan nada lemah tidak mengerti. Anggun tertunduk kaku. Gadis itu tidak berani menatap mata pria yang ada di hadapannya dengan sikap seperti biasanya. "Maaf, Om." Cicitnya nyaris tidak terdengar. Axel kemudian memutar tubuhnya menatap sosok Anggun yang menunduk di belakangnya. Lalu mendesah kasar. Tangannya refleks terangkat mengusap surai Anggun lembut. Tidak enak. Karena ia pikir Anggun juga masih ketakutan dan syok menerima sikap kasar dari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN