Mobil yang di kendarai oleh Axel akhirnya tiba di depan bangunan gedung apartement tempat tinggal sahabatnya, Bara. Saat sampai di sana rupanya Bara benar-benar sudah siap dan menunggu kedatangannya di depan lobby dengan mimik kesal yang terlihat jelas sekali. Brak Bara menutup pintu mobil dengan kasar, lalu mendengkus kuat ke arahnya. "Besok-besok kalau nyuruh gue jangan dadakan begini, Bro. Sialan lo ngerjain gue aja. Mandi cuma lima menit gue doang bangke." Gerutunya menyumpah serapah. Axel hanya tersenyum kecil mendengar seruan sahabatnya di sampingnya tersebut. "Sekarang kita mau kemana?" Lanjut Bara bertanya. "Biasa." Balas Axel seadanya yang langsung membuat Bara jadi tersenyum sumringah begitu lebar. "WIH MANTAP BRO!" Axel menggeleng-geleng heran melihat perubahan mimik waj

