Suara tawa anggota keluarganya masuk terdengar ke dalam indera pendengarannya ketika Anggun baru tiba di rumah. Deg Mendadak langkah kaiinya terhenti ketika melihat sosok yang sedang duduk dan tersenyum ramah kearah ayahnya. Axell Wiradhana. Ya. Ada om Axel di rumahnya, pria itu duduk di sofa panjang dengan kakaknya Fahri. "Assalamualaikum, aku pulang." Seru Anggun pelan nyaris tidak terdengar. "Waalaikumsalam, syukurlah kamu sudah pulang, Sayang. Ganti baju dulu sana. Habis itu turun ya, Nak." Perintah Albert tegas yang langsung di balas anggukan patuh oleh gadis itu. Kedua matanya dengan pria sempat bersitatap beberapa detik saja sebab Anggun memalingkan wajahnya gugup. Setengah berlari, Anggun buru-buru menuju kamarnya. Ia masih bisa mendengar suara kekehan ayahnya pelan yang

