CHAPTER 19 : BEBAS

1645 Kata

Starla berlari dengan kecepatan angin segera memeluk wanita yang sangat ia rindukan satu setengah bulan terakhir, yaitu ibunya. Sari bersama Pandu, Fandi dan Astrid memang datang berkunjung hari ini. "Rindu berat," ucap Starla. Sari pun memeluk erat putrinya itu. Selina sendiri berjalan ragu menuju orang tuanya, wajahnya menunduk karena malu, dia mendapat masalah dan harus dipenjara, Selina merasa sudah membuat malu ayah dan bundanya. Ekspresinya memang berkebalikan dengan Starla, narapidana yang selalu mengaku imut. "Kamu tidak mau memeluk Ayah dan Bunda?" tanya Fandi pada sang putri, dia sedikitnya tau apa yang dirasakan Selina. Gadis itu berkaca-kaca, langsung memeluk kedua orang tuanya, air matanya terjatuh tak bisa ditahan. "Maafkan Selina, Ayah, Bunda." "Tidak perlu minta m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN