Bhanu baru pulih kesadarannya saat hari menjelang malam. "Ach! Sial! Kepalaku sakit sekali!" Rutuk Bhanu memegang kepalanya. Bhanu melihat sekeliling ruangan, dia mulai mengenali ruangan itu. "Rose, Rose....Rosline..!" Panggil Bhanu namun si pemilik nama tak juga muncul. Bhanu perlahan berdiri dari sofa itu, menuju ke kamar untuk mencari Rosline. Bhanu sangat emosi saat menyadari Rosline telah pergi membawa Mark dan meninggalkannya sendirian di kota asing, hanya meninggalkan sepucuk surat dan sejumlah uang di atas meja makan. AAAARRRRGGGGHHHHHH!!!!!!!!! BRAAAKK...PPRRAAANNGGG!!!! Bhanu berteriak dan membanting semua benda di dekatnya, semuanya berantakan dan tak sedikit yang pecah berkeping-keping. Emosi Bhanu benar-benar memuncak hingga napasnya pun terdengar begitu ke

