M.O.S. 20

2269 Kata

Khalila masih menangis sambil terus mengusap kasar bibirnya dengan kesal, berusaha menghilangkan bekas ciuman Kenny di bibirnya.  Khalila merasa kesal, takut, namun tak tahu dia berada dimana saat ini, Khalila hanya tahu bahwa perjalanan yang sangat jauh sekali tadi yang ditempuh oleh Mr. Kenny. Perutnya yang lapar akhirnya membuat tangisnya berhenti setelah satu jam dia sendirian menangis di sofa itu.   "Aku belum makan dari siang tadi, kira-kira makanan apa yang dibuatnya untukku ya?" Ucap Khalila mengeluh sendiri.   Khalila berjalan ke arah ruangan yang ada sebuah meja lumayan panjang dengan beberapa kursi disekelilingnya.  Khalila melangkah dengan mata yang terus menatap sekitarnya, takjub dengan rumah ini. "Wow!! Haruskah membuat rumah semewah hotel seperti ini?! Padahal dia bisa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN