Setelah meeting bersama kedua orangtuanya dan dewan direksi perusahaan, Auris meluncur ke Plaza Indonesia. Jeny, Sasya, dan Sean sudah menunggu untuk makan siang. "Akhirnya tuan putri yang dinanti datang juga." Jeny memainkan alisnya. Auris duduk setelah cipika-cipiki. Langsung saja menyeruput jus yang sudah dipesan. "Aus dong abis meeting eh... diuber suruh ngumpul." "Meeting apa-an, weis kayaknya udah ada yang bakal jadi... Ceo Raj's Corp nih?" goda Jeny. "Gitu deh. Kalian gimana? Pada tega sahabatnya ditinggal sendiri udah gitu nggak ada yang nelepon..., tega sumpah!" "Dia tuh yang tega!" Sean menunjuk Jeny. "Ratu tega!" kata Sasya lagi. "Hehe... tapi niatnya baik kok," Jeny menyerahkan paspor Auris dengan wajah tanpa dosa. "Eh beneran ini? kebangetan ya! Jadi, sengaja ngumpetin

