"Morning princess..." "Morning," jawab Auris dengan parau, masih enggan menyingkap selimutnya. Mengernyit melihat jam di dinding. "Mataharinya sudah terbit. Ayo bangun princess." Auris mengerang pelan. "Aku belum liat mataharinya." "Buka tirainya, kamu akan melihatnya." "Kamu masih di apartemen?" "Sudah aku bilang, mataharinya sudah terbit, Tuan Putri." "Mmmhhh..., aku masih ngantuk." Auris berkata seperti itu sambil meraih remot dengan malasnya untuk membuka tirai yang menutupi dinding kaca di hadapannya. Auris tersenyum lebar ketika mendapati bodyguarnya sudah berdiri di balik dinding kaca seperti dahulu. Morning Princess Kalimat pertama yang Auris baca. Ia tertawa kecil lalu meletakkan handphone asal saja. Duduk menghadap ke sana. Mengeleng pelan. Damian membuka kertas selanj

