Setelah dua minggu berlalu, Hari pernikahan terjadi yang telah di tunggu kedua orang ini. Agatha sangat cantik dengan gaun panjang putih dengan rambut di hiasi mahkota. "Ehem." Reno berdehem saat memasuki kamar putrinya yang terlihat cantik. "Ayah." Sambut agatha dengan senyum lebar di wajahnya. "Kau sangat cantik." Puji Reno yang matanya sedikit berkaca. "Jika ibumu masih hidup, dia pasti bahagia melihat putrinya yang akan menjadi pengantin." Ujar Reno memeluk Agatha. Pria paruh bayah itu terharu meneteskan air matanya. "Ayah, menangis." Agatha mengeloskan pelukan dari ayahnya lalu mengusap air mata Reno. "Ayah, aku tak mau kau menangis." Merajuk Agatha, ia memaju bibirnya yang terlihat senderut. Reno terkekeh pelan pada Agatha yang wajahnya semakin cantik saat cemberut. "Ayo turu

