Setelah mendapat kesepakatan, Evner mengendurkan kekuatan cahayanya. Jamien mengetatkan rahang, dengan gerakan cepat ia langsung memukul dagu Evner hingga sang empunya tersungkur. “Wow, pukulanmu cukup menyakitkan.” Sudut bibir Evner mengeluarkan cairan hitam kental, darah milik bangsa demon murni. “Lepaskan mateku.” Tukas Jamien, pasalnya tubuh Erlin masih dijerat oleh tali tak kasat mata. Ingin rasanya Jamien merobek mulut pria itu, tapi keselamatan Erlin lebih penting dari segalanya untuk saat ini. Evner bangkit dari tersungkurnya, lalu memberi kode pada George untuk melepaskan gadis itu. George mengangguk, ia melaksanakan perintah atasannya. Ada cahaya pendar yang keluar dari telapak tangan George lalu mengarahkannya pada gadis itu, seketika tubuh Erlin terasa longgar perla

