Jari-jari Erlin menelusuri rahang kokoh milik pria itu, Black memiliki wajah yang tampan dan juga aura tegas serta berwibawa. Matanya hitam segelap malam, hidungnya mancung serta bibir yang seksi. Tubuhnya juga tinggi tegap nan kokoh, bahu pria itu cocok untuk gadis itu bersandar, jangan lupa dekapan yang hangat dan menenangkan. Pria itu seolah sudah diatur hanya untuknya, untuk sepasang mate yang telah ditakdirkan. Black menikmati sentuhan matenya, ia memejamkan mata sembari menahan gaiirah yang memuncak. “Black, kau tidak berniat untuk memperbaiki semuanya di Crismoon pack?” Erlin memberanikan diri untuk bertanya. Ia sudah berjanji dengan dirinya sendiri, Black harus mempertanggungjawabkan kesalahannya pada anggota dan juga rakyat Crismoon pack yang telah diserangnya. Mata Blac

