PLAKKKK Suara tamparan keras itu terdengar di seluruh seisi rumah, Bi Sumi menatap anak majikannya dengan pandangan prihatin. Dia sangat ingin membantu gadis kecil itu tapi tidak bisa. Azel menangis keras saat sebuah tamparan keras dari Maya melayang mulus di pipinya, malam ini dia dituduh mengambil uang Maya dan merusak baju Maya di lemarinya. Azel hanya terus meraung meminta maaf, padahal dia sama sekali tidak menyentuh barang-barang Maya. Sedikit pun tak pernah. "Sudah berani menjadi pencuri kamu hah?!! Dimana otakmu anak sialan!" Bentak Maya dengan matanya menatap tajam kearah Azel. "Enggak mah, Azel ga curi uang mamah....." isak tangis Azel terdengar pilu membuat siapapun mendengarnya akan merasakan sesak. "Berbohong lagi!! Dasar anak kurang ajar!" Maya menjambak rambut anaknya

