BAB XXV

1871 Kata

Aku merasa bahagia saat kau kenalkan aku sebuah pelangi indah, sebuah arti kebahagiaan yang belum pernah ku rasakan. Dan itu hanya dengan bersamamu aku mendapatkannya" - Uknown - *****    KEHENINGAN itu kembali melanda hingga akhir jam pelajaran sekolah. Devan maupun Azel tak membuka suara lagi, sampai keduanya sudah berada di ruang OSIS untuk rapat terakhir. Pengganti Devan dan Azel sebenarnya sudah ada, hanya saja keduanya masih diperlukan untuk beberapa hal. Maka dari itu keduanya masih sering mengunjungi ruang OSIS setiap pulang sekolah. "Selesai?" Tanya Devan pada Ketua OSIS baru yang berasal dari kelas 11, murid yang paling pintar ketiga setelah Devan dan Azel. "Udah bang, makasih banyak ya. Gue minta maaf banget, masih buat lo sama Kak Azel sibuk sama hal beginian yang seharus

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN