"Mamiiii!!" Kinta sudah nyaris berlari menghampiri ibunya saat tangan besar Agni menahan lengannya. "Jangan lari, kamu lagi hamil," tegur nya lembut. Kinta menyengir, dia mengangguk sebelum kemudian berganti menjadi berjalan cepat menyongsong Maminya yang datang dengan Kaila. "Kangen banget," rengek Kinta sambil memeluk Maminya. Maminya tersenyum, mengusap kepala anak bungsunya itu dengan sayang. "Kamu sehat kan? Ngidam enggak?" tanyanya. Kinta mengangguk, kemudian menggeleng yang malah membuat Maminya mengerutkan kening bingung. Tertawa, Kinta melingkarkan lengannya di lengan sang ibu. "Kinta sehat, tapi engga ngidam. Engga mual-mual juga," jelasnya kemudian. Maminya kemudian mengangguk mengerti. Lalu perhatian Kinta beralih pada Kaila, mantan bosnya itu tersenyum miring sambil

