"Terimakasih, Bu." Kinta mengulas senyum sopan kepada pelanggan di apoteknya yang sudah dibuka sejak kemarin. Sebuah bangunan ruko yang berjejer dengan ruko lainnya di tengah kota. Bangunan ini didapatkan oleh Agni dengan harga yang lumayan tinggi, menurut suaminya, harganya sesuai dengan progres yang akan Kinta dapat jika apotek ini sudah mulai berjalan. Dan Kinta sudah mendapatkan bukti dari ucapan Agni karena selama dua hari dibuka, apoteknya cukup ramai. Bukan karena Kinta mengadakan promo atau semacamnya, karena sebagai bentuk promo Kinta hanya memberikan gratis lima masker setiap pembelanjaan minimal tiga puluh ribu rupiah, namun memang karena di deretan sini hanya ada apotek miliknya yang beroperasi. Selebihnya adalah gedung perkantoran, cafe ataupun juga ruko seperti tempat foto

