Chapter 21Who is She? "Rumah kamu dimana yang? Yuk naik aku antar pulang udah malam ... Aku nggak mau memberi kesan buruk didepan Camer, nih helmnya..." kata Nathan menggoda Sabrina sambil memasangkan helm dan benar saja muka Sabrina langsung merah. Bikin gemas aja, batin Nathan. Reflek Nathan mengecup bibir merah itu sekilas, Sabrina cuma bisa terbelalak tak percaya. Ya ampun Nathan m***m, batin Sabrina tapi suuka dewi batinnya senyam-senyum menggoda, dasar centil. 'Eh tapi kalo aku kasih tahu alamatku yang sebenarnya ntar Nathan tahu dong jati diriku yang sebenarnya. Tidak...Belum saatnya Nathan tahu, aku harus memastikan terlebih dahulu kalau Nathan tidak terlibat dalam kematian Merry, baru kalo aku sudah dapat memastikan Nathan tidak terlibat maka aku akan jujur sama Nathan' b

