Monza menatap ke arah Miller yang baru saja datang, “Kau benar sekali. Sial buat kita bukan?. Sang pembunuh berantai kini kembali beraksi dan tepat di depan hidung kita.” Miller tersenyum kecut ke arah Monza, ia sudah menghubungi markas kepolisian Kota Tua dan meminta kepada mereka untuk datang ke TKP terjadinya pembunuhan. Miller dan Monza melakukan pemeriksaan menyeluruh di kamar Molly dan membuat beberapa catatan. Keduanya juga memotret beberapa bagian dari kamar Molly. Pada saat keduanya tengah melakukan pencatatan, masuklah beberapa orang petugas kepolisian memasuki kamar Molly. Monza dan Miller tersenyum ke arah rekan mereka yang baru saja datang, termasuk dengan dok. Arsen. “Mengapa aku tidak heran melihat kalian berada di sini?. apa karena apartemen ini letaknya sangat dekat de

