Candralekha Setelah rasa gugup luar biasa yang aku rasakan sebelum akad, sekarang aku malah tidak bisa berhenti tersenyum. Selain karena aku bahagia, juga tidak mungkin menyambut tamu-tamu yang memberi selamat dengan wajah masam. Di sampingku Bayu juga tidak berhenti menunjukkan senyum terbaiknya. Senyum yang jarang sekali dia tunjukkan pada orang asing, apalagi sampai tertawa ketika ada yang menggodanya. Tidak ada wajah dingin, tatapan mata datar dan sedikit bicara. Dia terlihat sama bahagianya seperti aku. “Kamu kenapa nggak bilang kalau Papamu yang akhirnya jadi wali nikah?” tanya Bayu saat kami istirahat sebentar, sebelum menyambut kedatangan tamu lagi. “Dia datang tadi malam sama Om Habsi. Ngobrol sampai tengah malam sama Encang Daud, Encing Heru dan Mama. Aku dengar dia nangi

