Candralekha Di sini aku berada tiga hari kemudian setelah perdebatan antara aku dan Galih. Sudah hampir setengah jam aku duduk berhadapan dengan laki-laki itu di sebuah pasta and pizza bar yang berlokasi di pusat perbelanjaan kota Jakarta. Galih berkali-kali menarik napas panjang diselingi menenggak bir dengan kadar alkohol rendah yang dikemas dalam bentuk kemasan botol warna coklat hingga sudah habis seperempatnya. Bukannya bicara kami malah sibuk dengan pikiran masing-masing sejak bertemu tadi. Aku baru memutuskan bertemu dia lagi setelah tiga hari berlalu. Apa pun yang kudengar nanti, setidaknya besok adalah hari Jumat dan aku tidak ada jadwal praktek di hari itu. Aku tidak perlu memikirkan pasien-pasienku seandainya suasana hatiku memburuk setelah bertemu Galih. Bila perlu aku akan

